biar tenang menggamit hati.

  • 4

tidak pernah walau sekali
aku merasa seperti ini
mahu diam dan terus membenci
walau tahu sakitnya hati
tak undang hiba tak undang caci
terus menerus tanpa henti.

disangka angin rupanya hujan
berpeluk tubuh menahan tangisan
payah diturut menyiksa badan
lalu dimamah hembusan pesan
tak kunjung tiba meninggalkanku keseorangan.

hati tak gundah jiwa tak gelisah
sepoinya tenang terasa indah
walau cuma kata madah
diri tabah, kaki gagah
bersujud kaku di atas sejadah.

mungkin yang terbaik ada di sana
tiba masanya kelak bahagia
jangan diragu walau seketika
yakinkan diri akan tiba masa
Tuhan ada janji-Nya.

"ya Allah, andai ia terlalu payah, biarlah ia terus luput dari lubuk hati yang paling dalam; agar kesannya hilang semua.

ya Allah, andai ia tidak mendatangkan kebaikan, biarlah ia mati di tengah perjalanan yang semakin suram; agar cahaya jalan ke depan lebih terang.

ya Allah, andai ia sering kalah, biarlah ia segera berhenti walau ia mampu menggelodak iman dalam diri; agar ia bisa bangkit menggapai kemenangan.

ya Allah, andai ia bukan rancangan-Mu, biarlah ia pergi dan berlalu tanpa singgah walau cuma sebentar di sini; agar aku terus tenang dan cekal bertasbih di jalan-Mu.

amin. ya robbal alamin.




4 comments:

NurulAmnie said...

sdehnya entri ni..

sabar ye...

wafa said...

sajak best
good work

itisrajah said...

NurulAmnie - iye. insyaAllah aku akan terus bersabar. thanks. =)

wafa - thanks. appreciate it. =)

wafa said...

ue wlcome come ^_^